Rabu, 02 Februari 2005

Kau Tahu, Bidadari?

Kepada an
untuk valentine

Kau tahu, bidadari?
kini kesepianku telah lunas..
Seperti rintihan pilu kidung-kidung Mazmur,
nubuat itu akhirnya tergenapi

..........bahwa cinta tak akan pernah menjadi milikku

Kau tahu bidadari?
nubuat itu dikabarkan
nun jauh sejak aku menemukan diriku
dalam sepi... gelisah..
dan letih yang panjang

...lalu,
lewat siulan nyaring emprit gading yang cemas
tanda duka itupun berhembus sepasti angin pagi

Aku tak pernah ingin menjadi Don Juan,
atau seorang Giacomo Puccini,
yang lebih memilih mati terkubur daripada hidup
tanpa boleh selalu jatuh cinta

Aku hanya menunggu seseorang
seseorang yang membawa senyumnya yang paling sederhana..
karna aku bosan,
memandang tingginya bintang cerlang yang mesti dijunjung seperti legenda...
atau derak riap setiap busungan dada sehabis melumat peperangan...

....aku hanya menunggu seseorang,
seseorang yang membawa sinar matanya yang teduh
karenanya....
aku merasa menemukan rumahku.....

Kau tahu bidadari?
kini, setelah aku menemukannya,
seperti burung kelana yang sepi,
aku tak bisa ke rumah itu untuk pulang....

0 komentar: