Selasa, 28 Desember 2004

Maafkan, Karena Aku Bukan Apa-apa

Nit nit..nit nit..nit nit...

Jam weker mungil warna ungu berderik derik
Oooops... jam 12 malam, lewat sdikit.

lalu sebuah doa;

Bapa terima kasih
atas anugerahMu yang memberiku hidup dan kesehatan
Bapa terima kasih
atas kesempatan untukku menyelesaikan segala PR yang belum rampung
Bapa terima kasih
atas orang orang yang mencintaiku, yang telah membuat aku menjadi pribadi yang berharga
Bapa terima kasih
atas cinta yang bergelora di dada ini, yang membuat aku mengerti untuk apa hidup ini..
Bapa terima kasih
atas pelajaranMu, yang sekali ini, cukup membuatku remuk redam... yang karenanya membuat aku mengerti
bahwa kehidupan tidak dapat dibangun hanya dengan manisnya susu dan madu...
.......Juga untuk segala berkatMu yang tak kuucap
Terimakasih.....

Bapa, aku 28 tahun
maafkan karna aku bukan apa-apa..... amin



Nut nut nut nut...
sms datang, dari mereka yang aku sayangi.......


Hujan makin deras di luar
tanah basah
ikan-ikan warna warni berkecipak di kolam
bunga ilalang meringkuk kedinginan
katak dan bianglala entah menyanyikan apa...
akupun siap melanjutkan peziarahan hidup ini,
& terus berusaha memberinya makna....


-meski hanya akan menjadi cerita sayup kelak nun jauh di sana-

0 komentar: