Pukul 03:17
Air cucuran menghantam deras ke atas kap mesin Feroza.. Bunyinya
lebih mirip tabuh-tabuhan tak beraturan.
Sekitar setengah jam yang lalu, aku terbangun oleh suara ledakan tunggal kilat yang menggeledek. Dentumannya menggema kemudian seperti berlari menuju kejauhan.
Udara begitu panas. Sudah beberapa hari ini, tegangan listrik menurun drastis, sehingga pendingin ruanganku tidak mampu mengalirkan hawa sejuk seperti biasanya. Dan untuk kesekian kalinya, aku tidak bisa tidur.
"Ahhh"
-begitu caraku untuk melepaskan kegundahan hati -
Lagi dan lagi aku terusik oleh gelora di dada ini yang aku tak mengerti bagaimana mengeluarkannya... Ada sebuah energi yang begitu
meluap, tetapi aku tak tahu cara mengkanalkannya...
Aku selalu merasa terbelunggu, namun aku tak tahu apa dan kapan aku dapat mematahkan belenggu itu.
Dalam suasana sepi seperti ini, saat-saat ini yang aku bisa hanya selalu dan selalu menuangkan
sketsa-sketsa psimisme melalui sebaris kalimat tanya pada sebuah "Kekosongan" yang sakral,
...."Tuhan, masihkah aku punya cukup waktu ?"
Lalu, adalah sebuah racauan menjelang fajar;
"Tuhan, jikalau Engkau memang ada, meski bukan seperti yang ada dalam fikiranku... berilah aku kesempatan untuk meledakkan gelora ini. Berikanlah kebebasan pada jiwaku hingga aku bisa merasakan geraknya yang membakar !! Jika Engkau tidak berkenan atas itu semua... maka, padamkanlah mimpi-mimpiku selamanya....
Jika itu membuatMu bahagia!"
.......................................
Diluar hujan berhenti... tak kudengar bianglala dan suara katak ramai seperti tahun lalu...
lalu aku lebih membiarkan diriku disergap oleh Kekosongan...
Bapa kami yang ada di surga... ...
... ... bebaskanlah kami dari yang jahat.. amiiiin!
Jumat, 17 November 2006
Hujan Dini Hari
Diposting oleh Gatot Suryanto di 03.17
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar