Semalam adalah acara jamuan makan malam Gubernur Sutiyoso dalam rangka perayaan HUT DKI Jakarta ke 480.
Sorotan lampu di atas panggung dengan sound system ribuan watt yang bertengger di bibir kolam air mancur lapangan Monas tiba-tiba padam. Menyusul alunan lagu My Way yang pernah popular dinyanyikan Frank Sinatra mulai melantun mengiringi pertunjukkan LASER di dinding air mancur yang berharga ratusan juta.
Laser warna-warni tersebut seperti sebuah layar diorama mimpi Jakarta di masa depan. Kilatan cahaya yang ditembakkan ke air mancur itu membentuk sketsa transportasi Jakarta secara tiga dimensi. Kombinasi cahaya-cahaya berangsur-angsur menggambarkan bus Transjakarta yang sedang melaju di tengah hiruk-pikuknya lalulintas Jakarta. Lalu seperti sebuah nuansa lalulintas sungguhan, tampak kereta monorail melaju dengan kecepatan tinggi mendahului bus Transjakarta dan kepadatan lalulintas.
Cahaya laser lalu padam, berganti dengan diorama Monas. Lagu My Way juga selesai seiring berhentinya pertunjukkan laser air tersebut. Tepuk tangan riuh dari para duta besar, walikota seluruh Jakarta dan tamu-tamu undangan yang hadir terdengar sebagai applause bagi bang Yos yang berani mengajak Jakarta untuk bermimpi.
Sorotan lampu di atas panggung dengan sound system ribuan watt yang bertengger di bibir kolam air mancur lapangan Monas tiba-tiba padam. Menyusul alunan lagu My Way yang pernah popular dinyanyikan Frank Sinatra mulai melantun mengiringi pertunjukkan LASER di dinding air mancur yang berharga ratusan juta.
Laser warna-warni tersebut seperti sebuah layar diorama mimpi Jakarta di masa depan. Kilatan cahaya yang ditembakkan ke air mancur itu membentuk sketsa transportasi Jakarta secara tiga dimensi. Kombinasi cahaya-cahaya berangsur-angsur menggambarkan bus Transjakarta yang sedang melaju di tengah hiruk-pikuknya lalulintas Jakarta. Lalu seperti sebuah nuansa lalulintas sungguhan, tampak kereta monorail melaju dengan kecepatan tinggi mendahului bus Transjakarta dan kepadatan lalulintas.
Cahaya laser lalu padam, berganti dengan diorama Monas. Lagu My Way juga selesai seiring berhentinya pertunjukkan laser air tersebut. Tepuk tangan riuh dari para duta besar, walikota seluruh Jakarta dan tamu-tamu undangan yang hadir terdengar sebagai applause bagi bang Yos yang berani mengajak Jakarta untuk bermimpi.
My Way....
Sepertinya bukan tanpa alasan jika pertunjukan laser air semalam memilih judul lagu legendaris itu sebagai iringan.
Bagi bang Yos jelas lagu My Way seperti menyiratkan semangat kekukuhan pendiriannya dalam mempertahankan proyek-proyek futuristik bagi kota Jakarta. Walau banyak badai kritik dan tekanan yang menghadang, namun bagi bang Yos semuanya bukan alasan untuk menyurutkan mimpi bagi Jakarta.
Malam perayaan HUT 480 DKI Jakarta boleh jadi sebagai malam pengukuhan mimpi-mimpi.
Begitu banyak yang diimpikan oleh Jakarta. Transportasi kota, penataan tata ruang perkotaan, pengelolaan sampah, serta mimpi memiliki sistem pengendalian banjir yang futuristik.
Jakarta juga bermimpi memiliki sistem transportasi yang terintegrasi Mass Rapid Transit (MRT) dari busway, monorail, hingga waterway.
Baru sebatas mimpi, karna kenyataannya, penataan kawasan terbuka hijau sejatinya masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemprov DKI. Selain itu, penyelesaian masalah sampah dengan cara modern juga masih sekedar berwacana. Belum lagi persoalan penanganan 6000-an ton sampah yang tiap hari yang mencekik Jakarta hingga kini masih sebatas wacana. Tidak tanggung tanggung, wacana penanganan masalah sampah yang akan menggunakan berbagai teknologi “waste to energy” masih berorientasi pada sepuluh tahun ke depan.
Banjir Kanal Timur (BKT) sebagai salah satu solusi menangani banjir di Jakarta juga masih sebatas mimpi... proyek ini masih saja berjalan terseok-seok.
Disaat mimpi memiliki saluran raksasa sepanjang 23,6 kilometer yang melintasi 13 kelurahan di Jakarta Timur dan Utara itu belum terealisasi, mimpi baru telah muncul, yaitu proyek Deep Tunnel. Sebuah terowongan bawah tanah berbiaya puluhan triliun yang konon akan digunakan untuk mereduksi banjir.
Semalam, melalui lagu My Way, Gubernur Sutiyoso yang sebentar lagi akan pensiun sebagai gubernur DKI Jakarta, sadar atau tidak, telah menebar lebih banyak lagi mimpi mimpi tentang Jakarta.
Maka, sepertinya ada tugas yang begitu berat yang tengah menanti siapapun yang menjadi pengganti bang Yos, untuk berani bangun dari mimpi dan segera merubah program mimpi tersebut menjadi kenyataan. Jangan malah menebar mimpi baru, apalagi sambil bersenandung, “yes it was… My Way!”****


0 komentar:
Posting Komentar